Jumlah dana yang diberikan kepada masing-masing kelompok bisnis bervariasi, yakni berkisar antara Rp 9 juta untuk jumlah minimal hingga Rp 30 juta untuk jumlah maksimal. Total dana yang diberikan kepada ITS sekitar Rp 600 juta. Dana tersebut selain untuk bantuan modal, juga digunakan ITS untuk dana operasional dan monitoring hingga dua tahun ke depan.
Sementara itu, Rektor ITS, Tri Yogi Yuwono menegaskan dana bantuan tersebut harus digunakan dengan amanah dan sungguh-sungguh oleh peserta. “Seorang pengusaha sukses pasti merasa tidak nyaman jika diberi dana bantuan usaha. Sehingga besar harapannya jika kelak kalian sukses, kalian akan melakukan hal yang sama untuk negeri ini,” pesan Tri Yogi pada para mahasiswa penerima dana hibah.
Tak hanya itu, Tri Yogi juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk dapat memanfaatkan fasilitas ITS secara maksimal, seperti Digital Innovation Lounge (DILo) misalnya. Para peserta dapat menggunakan fasilitas tersebut untuk membangun kegiatan komunikasi usaha. Bahkan tak sebatas hal itu, DILo juga berfungsi sebagai tempat edukasi start-up bisnis, uji coba konten, aplikasi hingga proses komersialisasi nantinya














