Direktur PT Balai Pustaka Saiful Bahri mengatakan kerjasama antara BRI dan perusahannya sejatinya telah terjalin sejak lama, khususnya untuk membantu kebutuhan pencetakan buku-buku yang dibutuhkan BRI, seperti buku laporan tahunan, serta buku sarana promosi BRI. “Jadi MoU ini sebetulnya hanya untuk lebih mengikatkan kerja sama kami saja. Keinginan Balai Pustaka memang ingin masuk sebagai pendukung proses bisnis BRI,” katanya.
Menurut Saiful, PT Balai Pustaka selama ini juga masih mendukung BRI dalam program pendirian taman baca untuk masyarakat di 122 daerah terpencil, tertinggal, dan . “Kerja sama pendirian taman baca efektif berjalan sejak April 2017. Kami targetkan selesai Desember 2017 tepat saat ulang tahun BRI ke-122,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Utama Percetakan Negara (PNRI) Djakfarudin Junus mengatakan selama ini telah membantu BRI mencetak 10 juta kartu bantuan sosial yang dilakukan berasama dengan sejumlah BUMN di bidang percetakan lainnya.
Kerja sama dengan BRI juga akan terus diperluas ke sektor lainnya termasuk mencetak slip-slip perbankan. “Sinergi antar-BUMN ini sangat penting sekali, karena BUMN-BUMN yang besar bisa membantu BUMN yang kecil untuk bersama mewujudkan bisnis yang sehat,” kata Djakfarudin. **













