Arfedy berharap, jika pihak BRI segera menindak lanjuti aspirasi FKP3. Jika tidak, pihaknya mengancam akan menerjunkan massa yang lebih banyak. ”Kami adalah pensiunan dari tahun 2003, massa kami lebih dari 6.000 orang,” jelasnya.
Selain berorasi, pengunjuk rasa yang memasuki usia purna itu juga membacakan puisi dalam menyampaikan aspirasinya. Mereka juga membawa keranda untuk menggambarkan matinya hati nurani manajemen BRI yang tidak membayar pesangon mantan karyawannya.
Sementara itu, Ketua FKP3 Yogyakarta, Kabul Sutrisno, yang ikut melakukan pendampingan FKP3 Jatim, memaparkan, jika para pensiunan BRI yang melakukan aksi turun kejalan ini, rata-rata pensiun dari 2003 hingga 2011. “Mereka berasal dari eks karyawan BRI wilayah utara Jawa Timur, meliputi Sidoarjo, Gresik, Tuban, Bojonegoro dan Ngawi. Dan sejak memasuki masa pensiun pada 2003 lalu hingga saat ini, pesangon mereka belum dibayar,” papar dia.
Dirinya juga menjelaskan, jika pihak management BRI hanya memberikan uang pension tetap, sedangkan untuk pesangon yang merupakan hak dari karyawan sampai saat ini belum diberikan. “Hanya uang pensiun tetap mereka dapatkan, yang mereka tuntut hanya uang pesangon yang menjadi hak mereka sesuai undang-undang,” jelas dia.













