JAKARTA,BERITAMONETER.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan sosialisasi dan edukasi cyber crime kepada kalangan santri dalam rangka memperkuat digitalisasi keuangan di pesantren.
Hal tersebut untuk meningkatkan pengetahuan digitalisasi keuangan termasuk potensi risiko di dalamnya. Acara ini dilakukan di Pesantren Nurul Huda Bekasi yang dihadiri lebih dari 600 santri.
Dalam kegiatan literasi ini, BSI dan PPATK membahas kemajuan di dalam transaksi di keuangan digital serta potensi terjadinya transaksi mencurigakan, pencucian uang, serta pencegahannya.
Harapannya, informasi ini memberikan gambaran kepada para santri untuk lebih mengenal transaksi digital tapi juga berhati-hati terkait data diri.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan BSI merasa terpanggil untuk meningkatkan awareness santri melek keuangan digital termasuk ke dalamnya mengenali risiko-risiko di dalamnya.
“Pesantren menjadi salah satu bagian dalam islamic ecosystem yang sedang dikembangkan menjadi salah satu uniqueness value di bank syariah,” ujarnya.
Anggoro mengungkap BSI bermitra dengan lebih dari 12ribu pesantren di seluruh Indonesia.
Di antara jumlah tersebut, baru sekitar 34% dari keseluruhan pesantren yang terintegrasi dengan layanan keuangan digital.















