Hal ini sejalan dengan pemberian izin kepada BSI terkait letter of incorporation dari Dubai International Financial Center (DIFC).
“Kami juga berterima kasih kepada seluruh nasabah dan stakeholders atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Bank Syariah Indonesia. Tentunya penghargaan ini memacu kami untuk selalu berinovasi dan bertransformasi memberikan kinerja dan layanan yang lebih baik,” Lanjut Hery.
Berdasarkan hasil riset cnbc Indonesia, dengan permodalan dan aset yang kian membesar, perseroan pun berpeluang menggarap pasar bank syariah di Indonesia sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar dunia.
Kue pasar perbankan syariah yang baru sebesar 10% dari industri perbankan konvensional juga berpeluang digarap lebih cepat lagi.
Namun, merger bank syariah ini bukan hanya persoalan menggarap pasar nasional saja.
Ada hal yang lebih penting dari sekadar menjadi “jago kandang”, yakni membawa Bank Syariah Indonesia ke level playing field internasional, guna menarik potensi keuangan dan investasi syariah di dunia.
Menurut catatan Tim Riset CNBC Indonesia, kehadiran BSI memperkuat posisi Indonesia di kancah persaingan keuangan syariah dunia.
Jika sebelumnya Indonesia tidak mampu mendekati posisi 20 besar bank syariah terbesar dunia, dengan BSM hanya di posisi 34 terbesar dunia (sebelum merger), maka tahun ini peta telah berubah drastis.














