Bob lanjut menjelaskan, BSI pun telah menetapkan visi keberlanjutannya untuk menjadi The Best Global Bank Based on Implementation of Sustainable Finance.
Oleh karena itu, perseroan selalu siap memberikan akses terhadap layanan keuangan berkelanjutan melalui produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan para nasabahnya.
Dari segi bisnis, hingga triwulan I/2025, BSI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp72,6 triliun atau 25,29% dari total portofolio pembiayaan.
Rincian pembiayaan berkelanjutan tersebut terdiri dari green financing sebesar Rp14,6 triliun dan social financing sebesar Rp58 triliun.
Bob merinci bahwa dalam pembiayaan hijau tersebut terdapat sektor prioritas yang meliputi energi terbarukan, transportasi bersih, pengelolaan air dan limbah berkelanjutan, serta produk ramah lingkungan.
Bob juga menyebut upaya yang dilakukan Perseroan dalam memperbesar porsi pembiayaan hijau.
Di mana BSI pada tahun ini telah menerbitkan Sustainability Sukuk tahap II senilai Rp5 triliun. Penerbitan Sustainability Sukuk tahap II ini merupakan komitmen perusahaan dalam implementasi keuangan berkelanjutan terutama sektor UMKM dan pembiayaan hijau.
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan terhadap pemberdayaan UMKM, hingga Maret 2025 perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp52,5 triliun.














