BSI menyampaikan, pihaknya berkomitmen menyalurkan pembiayaan yang mendukung sektor berkelanjutan seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, dan pembangunan hijau.
Hal ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, namun juga manfaat sosial dan lingkungan.
Anggoro menambahkan, pertumbuhan ekonomi hijau yang solid dibangun dari langkah-langkah kecil serta konsistensi membangun sektor tersebut agar tumbuh.
BSI pun memperkuat kolaborasi dengan nasabah, mitra dan stakeholders melalui tiga aspek yakni lingkungan, sosial dan dorongan kebijakan.
Beberapa komitmen yang telah diwujudkan Bank Syariah Indonesia (BSI) antara lain menerbitkan ESG Sukuk Sustainability senilai Rp8 triliun pada tahun ini, membangun lebih dari 10 desa BSI yang berfokus pada optimalisasi sumber daya alam desa, serta mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui peran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf).
Sejumlah program lingkungan lainnya juga termasuk pembangunan green building BSI Landmark Aceh dan BSI Tower, penanaman lebih dari 50.000 pohon, penggunaan 141 kendaraan listrik, enam unit charging station, serta 70 unit mesin reverse vending machine (RVM) untuk botol plastik di Pulau Jawa dan Bali.













