Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan di tengah pergerakan ekonomi yang menantang dan perkembangan industri keuangan syariah yang makin diminati masyarakat.
“Pertumbuhan bisnis BSI yang sehat juga ditopang dari pengelolaan manajemen risiko yang tepat sesuai segmentasi bisnis dan nasabah. Tentunya dengan tetap menerapkan Good Corporate Governance (GCG), prudent,risk appetite dan pemetaan bisnis yang tepat”, ujar Direktur Risk Management BSI Grandhis H. Harumansyah.
Grandhis menambahkan BSI memiliki kualitas yang terjaga melalui penerapan empat strategi manajemen risiko yang konsisten.
Pertama, disiplin pertumbuhan pembiayaan pada fokus bisnis serta target market yang ditetapkan,
Kedua monitoring dan perbaikan business process,
Ketiga, melakukan review secara periodik terhadap portfolio guideline dan yang terakhir peningkatan kapabilitas dan kompetensi untuk analisa pembiayaan yang tepat.
Strategi perbaikan kualitas tersebut tercermin dari pembiayaan baru di 2025 memiliki kualitas yang baik yakni rata-rata kolektibilitas 1 atau pembiayaan lancar di segmen wholesale, retail maupun konsumer.
Grandhis menegaskan penerapan risk management yang efektif menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan kesehatan bisnis BSI sekaligus mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.














