Cahyo menegaskan bahwa saat ini BSI tengah melakukan penguatan kapasitas IT untuk mendukung aksesbilitas nasabah bertransaksi melalui e-channel BSI.
Mulai dari penambahan fitur baru dari BYOND yakni Bank Emas yang bisa beli emas, jual emas, transfer emas, maupun cetak emas minimal 2 gram.
Cahyo menambahkan saat ini BSI memfasilitasi kebutuhan nasabah yang ingin memiliki emas bisa dengan Rp50Ribu rupiah untuk BSI Emas dan cicil emas mulai dari 5gram .
Sejak diresmikannya BSI sebagai Bank Emas 26 Februari 2025 lalu, bisnis emas di BSI mengalami lonjakan melesat.
Bisnis emas BSI tumbuh melesat 72,82% (YoY) mencapai Rp18,76 triliun yang terdiri atas Cicil Emas Rp10,32 triliun tumbuh 106,36% (YoY), dan Gadai Emas Rp8,44 triliun tumbuh 44,19% (YoY).
Selain pembiayaan emas, BSI juga mencatatkan pertumbuhan Tabungan Emas dengan saldo kelolaan 1,15 ton, penjualan 1,69 ton dan CIF rekening emas mencapai 200 ribu.
Dimana hampir 50% nasabah bisnis emas BSI adalah gen Z dan milenial rentan usia 20-35 tahun.
Cahyo kembali mempertegas bahwa penguatan IT juga mendorong pertumbuhan jumlah user BYOND by BSI yang saat ini mencapai 5,23 juta user meningkat 164% (YtD).
Kedepannya, kami akan terus mengakselerasi layanan digital untuk bisa memperluas akses kepada masyarakat secara real time melalui E-Channel BSI.














