JAKARTA-Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) melakukan penawaran umum berkelanjutan II senilai 4 triliun rupiah untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan, khususnya dalam memberikan akses pembiayaan seluas-luasnya bagi segmen masyarakat berpenghasilan rendah serta Usaha Mikro dan Kecil (mass market). Dalam rangka penawaran umum berkelanjutan tersebut, BTPN menerbitkan obligasi tahap I tahun 2013 sejumlah 1 triliun rupiah. “Penerbitan Obligasi Berkelanjutan II ini merupakan bagian dari strategi BTPN untuk menjamin pendanaan jangka panjang dan sebagai pendukung dana yang dihimpun dari masyarakat sehingga BTPN dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal,” ujar Direktur Keuangan BTPN, Arief Harris, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (6/6).
Menurut dia, obligasi berkelanjutan II terdiri dari 2 (dua) seri, yaitu Seri A berjangka waktu tiga tahun dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 7,5 persen- 8,35 persen (p.a.) dan Seri B berjangka waktu lima tahun dengan kisaran tingkat bunga tetap sebesar 8 persen – 8,85 persen (p.a.).
Selaras dengan visi menjadi bank mass market terbaik, mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia, seluruh dana yang diperoleh dari hasil emisi obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan untuk pertumbuhan usaha yang fokus dalam mengembangkan masyarakat berpenghasilan rendah serta usaha mikro dan kecil. “Adapun, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, PT Standard Chartered Securities Indonesia. Sementara wali amanat dipercayakan kepada Bank Permata,” jelas dia.
Dia mengatakan obligasi berkelanjutan II BTPN mendapat National Long-term rating AA- (idn) dengan prospek peringkat Stabil dari PT Fitch Ratings Indonesia. Pemeringkatan ini mencerminkan kemampuan BTPN dalam menjaga kualitas aset perusahaan, perbaikan struktur pendanaan dan kinerja yang kuat.















