Saat ini BSI menempati peringkat tiga bank nasional terbesar dalam pembayaran gaji aparatur sipil negara.
Payroll juga menjadi awal dengan berbagai layanan keuangan lainnya di BSI, mulai dari pembiayaan konsumer, tabungan emas, cicil emas, hingga investasi syariah dan juga Mitraguna Haji Khusus.
Khusus bagi ASN, BSI juga menghadirkan berbagai kemudahan seperti gratis biaya transfer antarbank, fasilitas pembiayaan multiguna, hingga program pembiayaan emas.
Tabungan wadiah di BSI bebas biaya administrasi, sehingga efisien bagi nasabah, serta bisa cukup mudah membuka tabungan dengan 100 ribu rupiah.
“Langkah ini menjadi salah satu upaya kami mendorong masyarakat untuk mempersiapkan dana haji dengan baik, terutama segmen nasabah pegawai dengan fixed income yang bisa kita optimalisasi lewat payroll,” ujarnya.
Kinerja payroll turut mendongkrak pertumbuhan DPK BSI.
Pada Maret 2025, DPK tercatat mencapai Rp319,34 triliun, tumbuh 7,40% year-on-year dibandingkan posisi Maret 2024 sebesar Rp297,33 triliun.
Dari total tersebut, sekitar 61% merupakan dana murah, dengan tabungan mendominasi 42%, dan tabungan wadiah menyumbang 40% dari total tabungan.
Melihat tren positif tersebut, Anggoro optimis pertumbuhan payroll BSI akan tetap mencatat kinerja positif di tahun ini.













