Ia mengungkapkan bahwa pangan adalah kebutuhan vital bagi setiap orang.
Untuk konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Rm Markus menjelaskan lebih lanjut, penyediaan bahan pangan yang cukup dan distribusi semua bentuk bantuan materi lainnya yang adil dan merata akan menjamin kelangsungan hidup bangsa.
Juga akan mensejahterakan semua orang dan menjamin pula kualitas penduduknya.
Seruan untuk ini hendaknya tidak hanya berhenti di sini.
“Swasembada pangan yang dikampanyekan dan terus dicanangkan oleh pemerintah negara kita harus pula disertai dengan upaya distribusi yang adil dan merata dari Sabang hingga Merauke. Demi kelangsungan hidup bangsa yang sehat, adil dan makmur. Ini merupakan sebuah imperatif (moral),” tambah Rm. Markus Solo Kewuta SVD.
Selanjutnya Romo Markus Solo Kewuta SVD menambahkan bahwa pangan yang cukup, belum bisa menjadi barometer kesejahteraan sebuah bangsa dan negara.
Paus Fransiskus menekankan bahwa barometer kesejahteraan sebuah bangsa adalah perdamaian dan kerukunan di antara para warganya.
“Sayangnya, kita ketahui bersama bahwa kehidupan bersama kita yang diwarnai dengan keanekaragaman yang besar sebagai DNA kita, belum bebas dari konflik-konflik vertikal dan horizontal. Tendensi-tendensi, bahkan fakta-fakta pembanguan ghetto-ghetto di dalam masyarakat masih terjadi di mana-mana. Perdamaian dan kerukunan beragama untuk semua masih menjadi sebuah Pekerjaan Rumah yang berat untuk kita semua,” ujar Rm. Markus Solo Kewuta SVD, translator Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia, 3-6 September 2024.














