“PT PITS sejak berdiri sampai hari ini belum memberikan deviden bagi Tangsel. Terlebih PT PITS sudah banyak menerima APBD yang merupakan uang rakyat, melalui mekanisme penyertaan modal,” kata dia.
Alin sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa BUMD Tangsel, juga banyak meninggalkan persoalan, terutama terkait akuntabilitasnya dalam penggunaan anggaran dan belanja modal.
“Banyak persoalan dalam PT PITS, akuntabilitas yang juga masih di pertanyakan,” kata Li Claudia
Sekretaris DPD Golkar Tangsel, Abdul Rasyid menegaskan, partainya yang menjadi partai pengusung satu-satunya pasangan pemenang Pilkada Tangsel, tidak pernah membicarakan posisi di BUMD Tangsel yang belum memberikan untung itu.
“Engga ada kaitan dengan itu, harapan besar saya itu, kompetensi, inovasi arahnya ke sana. Kita engga pernah ada pembicaraan itu.,” kata Abdul Rasyid yang juga ketua DPRD Tangsel
Meski begitu, dia beranggapan sah-sah saja, kalau ada anggapan publik yang menyudutkan partai Golkar dan tim sukses pasangan pemenang Pilkada berkepentingan dalam pemilihan Komisaris dan Direksi BUMD tersebut.
“Sah (persepsi). Tapi belum pernah ada pembicaraan terkait itu. Simpel saja, itu lowongan terbuka, ada tim panitia seleksi maka masyarakat dan media berhak mengawasi prosesnya,” kata Abdul.














