“Dan bisa-bisa kita akan dilampaui oleh Vietnam,” ujar mantan Dubes RI untuk Jepang ini.
Sayidiman yang pernah menjadi anggota Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dari tahun 1990 hingga 1995 ini kembali mengingatkan betapa persatuan nasional dibutuhkan agar Indonesia benar-benar mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.
Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada tahun 2012 hingg 2097 ini mengatakan, tidak ada manusia yang sempurna.
“Semua orang memiliki kehebatan, dan semua orang memiliki kekurangan. Karena itulah kita harus bersatu,” sambungnya.
Buku “Masyarakat Pancasila” ini ditulis Sayidiman tahun lalu di tengah kegelisahan yang kini menghantuinya.
“Saya titipkan buku ini agar disampaikan kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla,” kata dia lagi.
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 200 wartawan anggota PWKI dari berbagai kota di Indonesia.
Dua tokoh wanita yakni mantan Ibu Negara Sinta Nuriyah Wahid dan pengusaha kosmetik Martha Tilaar, juga hadir.
Selain mereka bertiga, tokoh-tokoh senior lain yang menerima tropi kehormatan dari PWKI adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif, mantan Rais Syuriah PBNU Ahmad Mustofa Bisri, dan tokoh Katolik, Harry Tjan Silalahi.















