Keputusan perseroan memfokuskan ekspansi kredit ke korporasi bagus mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham BBNI dari Rp11.500 menjadi Rp12.000 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PBV tahun 2024 sekitar 1,4 kali.
Pandangan senada juga diungkapkan analis Samuel Sekuritas, Brandon Boedhiman, dan Prasetya Gunadi.
Mereka menyebutkan, BNI diproyeksikan mampu mempertahankan peningkatan kualitas sistem manajemen risiko, terutama untuk sektor wholesale. Hal ini diharapkan menciptakan kualitas aset yang terus membaik ke depan.
“Fokus tersebut mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp12.700 per saham. Target harga tersebut menyiratkan perkiraan PBV tahun ini sekitar 1,3 kali,” tulis Brandon dan Prasetya dalam riset terbarunya.
Terkait pertumbuhan laba bersih semester pertama 2023, Boedhiman dan Gunadi mengatakan, sudah sesuai ekspektasi Samuel Sekuritas atau merefleksikan 47,1% dari target sepanjang tahun ini.
Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong sejumlah faktor, seperti peningkatan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 5,1%.
Meski kenaikan NII lebih rendah dibandingkan semester pertama 2022, dia mengatakan, bisa dimaklumi sejalan dengan fokus perseroan dalam menciptakan peningkatan kualitas aset dengan penyaluran kredit ke segmen berisiko rendah.
Fokus penguatan kualitas aset, terang mereka, tidak akan membuat penyaluran kredit BNI terseret.
BNI diprediksi bisa mencapai pertumbuhan kredit berkisar 7-9% sepanjang 2023 dengan kredit lebih aman.
Segmen korporasi swasta tier 1 akan menjadi penggerak utama. Penguatan kualitas aset juga berimbas terhadap margin bunga bersih (NIM) dengan prediksi mencapai 4,6% dan biaya kredit (CoC) diproyeksikan turun jauh menjadi 1,5% tahun ini.
Target harga saham tersebut juga mempertimbangkan proyeksi BNI mampu mempertahankan rasio dividen sebesar 40% hingga 50% dalam tahun-tahun mendatang.
Proyeksi kenaikan laba bersih BNI menjadi Rp21,86 triliun tahun 2023, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp18,31 triliun.
Pandangan positif terhadap BBNI juga datang dari analis RHB Sekuritas Indonesia, David Chong.














