Namun, jumlah kapal baru yang masuk pasar diproyeksikan hanya sekitar 120-140 unit.
Di saat yang sama, sekitar 60 kapal LNG berusia di atas 30 tahun akan dipensiunkan.
Lebih lanjut manajemen menyebutkan, kesenjangan antara permintaan dan pasokan tersebut telah mendorong penguatan tarif sewa kapal tanker LNG di pasar internasional.
Tren ini akan berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Situasi tersebut menjadi katalis positif bagi perusahaan pemilik armada LNG seperti BULL.
Untuk menangkap peluang tersebut, BULL mengaku akan secara aktif menjajaki penambahan armada LNG.
Ekspansi dilakukan melalui pertumbuhan organik dengan pembelian kapal, maupun secara inorganik melalui akuisisi armada perusahaan tanker LNG.
Langkah ini ditujukan untuk mempercepat skala dan kontribusi bisnis LNG Perseroan.
Secara strategis, BULL mengembangkan bisnis melalui empat pilar utama, yaitu transportasi minyak mentah dan produk minyak, transportasi LNG, FSRU untuk regasifikasi LNG, serta FPSO/FSO untuk fasilitas produksi dan penyimpanan minyak dan gas lepas pantai.
Pendekatan ini dirancang untuk mendiversifikasi sumber pendapatan dan memperkuat ketahanan bisnis.
Kombinasi antara bisnis spot bermargin tinggi dan kontrak jangka panjang diharapkan mampu menyeimbangkan siklus usaha.














