JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akan melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 senilai Rp780 miliar pada Desember 2025. Obligasi I BUMI tersebut merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan dengan target dana sebesar Rp5 triliun.
Berdasarkan prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang disampaikan ke BEI, Jumat 14 November 2025, obligasi BUMI tersebut memiliki tenor lima tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 9% per tahun.
Bunga obligasi BUMI dibayarkan setiap tiga bulan, dimana pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada tanggal 10 Maret 2026, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi pada 10 Desember 2030.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar Rp340,883 miliar akan digunakan Perseroan dalam rangka pengembangan bisnis Perseroan untuk pemenuhan sebagian dari kewajiban pembayaran nilai akuisisi terhadap Jubilee Metals Limited (“JML”), suatu perusahaan (Company Number 155 231 619) yang didirikan pada tanggal 19 Januari 2012 berdasarkan hukum Australia Barat.
Sebesar Rp333,600 miliar akan digunakan Perseroan dalam rangka pengembangan bisnis Perseroan untuk pemenuhan kewajiban pembayaran nilai uang muka atas rencana akuisisi terhadap PT Laman Mining (“LM”), suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia.
Adapun sebesar Rp97,504 miliar akan digunakan untuk pemberian pinjaman kepada WFL, yang selanjutnya digunakan WFL untuk kebutuhan belanja modal dan modal kerja lanjutan WFL di tahun 2026 sampai dengan tahapan produksi.
Bertindak sebagai Penjamin pelaksana emisi obligasi Bumi Resources (BUMI) I Tahap III Tahun 2025 adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), PT BCA Sekuritas,Indo Premier Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Korea Investment and Sekuritas Indonesia, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai wali amanat obligasi.















