Rini Soemarno mengharapkan industri pertahanan dalam negeri bisa menghasilkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan bagi negara-negara lain. “Artinya bisa mengekspor produk-poduk Indonesia, apakah itu dalam bentuk produk pertahanan maupun lainnya,” Ucapnya.
Ia mengatakan dari industri tersebut pada 2017 mampu mencapai keuntungan, dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Saya juga sangat senang dan berterima kasih kepada teman-teman di industri pertahanan yang pada tahun 2017 mendapatkan keuntungan,” ucap Rini Soemarno, sembari tidak merinci lebih lanjut besar keuntungan itu.
Pada tahun-tahun sebelumnya, kata Rini Soemarno, bahwa banyak dari perusahaan-perusahaan di sektor pertahanan itu belum bisa menghasilkan untung.
Ia ingin dalam sinergi ini masing-masing BUMN membagi peran. Sebut saja misalnya PT PAL. Dengan garis pantai terpanjang di dunia yang dimiliki Indonesia pihaknya berharap bisa menjadi yang terdepan di kawasan ASEAN. “Begitu juga PT Dirgantara Indonesia, kebutuhan akan pesawat itu bisa membuat kita mencapai ekonomi dalam pembuatan, sehingga kita menjadi kuat di ASEAN atau Asia Timur. Ini yang kita dorong,” katanya.













