Dana tersebut berasal dari penerbitan 319 juta saham baru dengan nilai nominal Rp200 per saham.
Lebih lanjut dia mengatakan, hingga saat ini belum ada timeline pasti, namun skema dan jadwal implementasi akan disampaikan lebih lanjut setelah ada kejelasan terkait penggunaan dana hasil PMT-HMETD.
Joko mengaku, pelaksanaan private placement tidak akan mengubah struktur pengendalian ARII.
Dia menegaskan, hingga saat ini ARII belum bisa mengungkapkan nama calon investor strategi yang akan menyerap saham private placement tersebut.
“Apabila informasi calon pemodal baru telah definitif, perseroan akan segera menyampaikan informasi mengenai latar belakang, serta bidang usaha calon pemodal baru tersebut kepada Bursa”.
Joko menambahkan, langkah private placement tersebut menjadi bagian dari strategi ARII untuk memperkuat posisi keuangan dan menjaga keberlanjutan operasional di tengah tantangan sektor batubara dan keterbatasan akses pendanaan eksternal.















