Index Living GmbH sendiri adalah importir dan toko ritel furnitur asal Jerman yang telah memiliki jejaring untuk memasarkan produk furnitur asal Indonesia ke seluruh Eropa.
“Salah satu pertimbangan utama Index Living untuk tetap mengimpor dari Indonesia adalah karena produk-produk Indonesia berstandar kualitas tinggi, ramah lingkungan, dan sesuai dengan preferensi konsumen di Jerman,” tutur Pradnyawati.
Menurutnya, misi pembelian merupakan salah satu skema promosi yang disediakan Kemendag untuk membantu dunia usaha dengan mendatangkan buyers ke Indonesia agar dapat melakukan kesepakatan atau transaksi dagang dalam rangka ekspor. Upaya ini dilakukan melalui kerjasama Ditjen PEN dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg.
Seperti diketahui, Indonesia menduduki peringkat ke-19 dunia sebagai negara eksportir furnitur. Pada 2014, total ekspor furnitur Indonesia mencapai nilai USD 1,78 miliar. Meski selama periode 2010-2014 ekspor furnitur Indonesia mengalami tren negatif 1,46%, peningkatan nilai setahun terakhir ini cukup menggembirakan, yaitu sebesar 2,18%. Jerman sendiri menduduki posisi ke-4 sebagai negara tujuan ekspor furnitur dengan nilai USD 80,8 juta dan share sebesar 4,53%














