“Kalau ekspor membaik, tentu kinerja transaksi berjalan juga bisa lebih baik. Memang (saat ini) tantangannya adalah bahan bakar minyak, karena impornya masih besar,” tutur Agus Marto.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Juni 2014 mencapai US$15,42 miliar atau meningkat 4 persen dibanding ekspor Mei 2014. Ekspor nonmigas Juni 2014 mencapai US$12,63 miliar atau naik 1,43 persen dibanding Mei 2014.
Pada Juni 2014, defisit sektor migas sebesar US$0,6 miliar, sedangkan sektor nonmigas mengalami surplus US$0,3 miliar. Sehingga, pada Juni 2014 neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan defisit senilai 0,3 miliar.













