JAKARTA-Indonesia Budget Center (IBC) mendesak agar sejumlah calon incumbent Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yakni Rizal Djalil dan Ali Masykur Musa harus dievaluasi pencalonannya. “Ketiganya, memiliki kepentingan politis, sehingga membahayakan kepentingan negara. Lihat saja, mereka diduga ikut bermain dalam sejumlah pilkada di daerah,” kata peneliti IBC, Roy Salam dalam diskusi “……, bersama Ketua DPR, Marzuki Alie dan Seknas Fitra,Yeni Sucipto, Jakarta, Kamis, (04/2014).
Menurut Roy, lembaga seperti BPK merupakan supreme audit yang independen. Sehingga membutuhkan orang-orang yang memiliki integritas tinggi. “Saat ini terlihat proses seleksi calon anggota BPK, justru sangat tidak selektif, karena aturannya tidak membuka panitia seleksi. Harusnya melalui proses yang akuntabel,” tambahnya.
Lebih jauh Roy menyoroti proses seleksi, alias fit and proper test yang dilakukan DPD RI justru cacat. “Lihat saja, bagaimana Ketua Komite 4 DPD RI, Zulbahri ikut masuk dalam 25 nama yang direkomendasikan DPD. Ini jelas tidak fair,” ujarnya.
Disisi lain, kata Roy, ada kode etik di BPK yang tidak berjalan sesuai dengan hukum acara. “Ada apa ini, publik saja tidak mengetahui siapa saja anggota majelis etik ini. Bahkan siapa-siapa saja yang duduk di situ, orang bertanya-tanya,” ucapnya.













