“Mekanisme rekrutmennya tentu akan diatur kemudian,” katanya.
Didied Mahaswara menilai presiden maupun capres yang muncul belakangan ini komitmen daerahnya masih lemah, sehingga tak berdampak positif bagi pembangunan di daerah-daerah di Indonesia.
“Lebih memprihatinkan lagi tak punya komitmen terhadap pelaksanaan Pancasila, maka capres yang ada hanya mengutamakan kekuatan modal, media darling, dan meninggalkan kesejahteraan rakyatnya,” tegasnya.














