JAKARTA -Bank Indonesia (BI) mencatat ketahanan perbankan tetap kuat dan mendukung stabilitas sistem keuangan.
Hal ini tercermin dari sisi permodalan terjaga pada level tinggi, likuiditas perbankan tetap memadai, dan risiko kredit rendah.
Demikian juga dari sari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Juli 2025 tetap tinggi sebesar 25,88% sehingga masih mampu untuk menyerap risiko.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah sebesar 2,28% (bruto) dan 0,86% (neto) pada Juli 2025.
Hasil stress test BI juga menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga.
“Ke depan, BI terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi global dan domestik yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan,” pungkasnya.















