Dan kita tentunya bisa menyebut deretan panjang dari ekspresi-ekspresi tindakan patriotik lainnya, dari yang bertaraf lokal dan sederhana hingga yang bertaraf nasional dan international.
Penanaman nilai-nilai patriotik pada anak tentu perlu bertahap, disesuaikan dengan taraf berpikir anak.
Caranya pun harus menyenangkan sekaligus membangkitkan inspirasi dan imaji positif anak.
Serta mampu menggerakkan ke arah tindakan dan perilaku anak yang bernilai patriotik.
Berikut, diantaranya, yang bisa dilakukan orangtua dalam membentuk “program pikiran’ patriotik dalam diri anak sejak dini: Pertama, menyediakan dan membacakan buku-buku tentang kisah-kisah terpuji, inspiratif, dan patriorik dari tokoh-tokoh besar nasional dan dunia.
Kedua, menyediakan dan membacakan buku-buku fiksi sastra nasional dan sastra dunia tentang kisah-kisah yang bisa membangkitkan kesadaran patriotik, serta dapat menajamkan hati dan perasaan pada anak-anak kita.
Ketiga, tindakan-tindakan terpuji tokoh-tokoh dalam buku-buku itu, baik tokoh besar dan nyata dalam sejarah maupun tokoh fiksi, harus juga mewujud dalam perilaku keseharian orangtua.
Sehingga mempercepat anak mengimitasi perilaku terpuji tersebut. Seperti misalnya, perbuatan gemar menolong orang kesusahan, berani, cerdik, gandrung pada perubahan yang lebih baik, dan sebagainya.













