Keempat, mengajak anak berziarah ke makam para tokoh nasional, sambil mengisahkan perjuangan spesifik yang telah ditempuh tokoh itu.
Kelima, mengajak anak menapaktilasi tempat bersejarah sambil menceritakan makna penting tempat itu dan tokoh yang terkait tempat itu.
Misalnya Museum Sumpah Pemuda, Tugu Proklamasi, Penjara Suka Miskin, Digoel, Rumah Rengas Dengklok, dan sebagainya.
Keenam, mengajak anak bertemu dan berbicara santai dengan “para legenda hidup” yang telah sukses berjuang mengharumkan dan memajukan Indonesia pada bidang-bidang tertentu.
Misalnya, para tokoh-tokoh olah raga yang pernah menjuarai turnamen-turnamen nasional maupun internasional, para mantan presiden atau anak-anaknua dan keluarga besarnya, para tokoh rohani, dan sebagainya.
Demikian para orangtua, khususnya orangtua muda, “resep” menanamkan jiwa patriotik ke dalam diri anak-anak anda.
Penulis adalah Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN) yang juga Praktisi Hypnoparenting dan Perlindungan Anak













