JAKARTA-Biaya penyelenggaraan acara peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2016 ternyata sangat besar.
Untuk tahun ini, anggaran yang dialokan pihak kepresidenan sebesar Rp 7.872.842.000.
Angka ini turun sebesar Rp 3.638.623.600 dibanding acara yang sama pada tahun 2015 yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 11.511.465.600.
Walaupun alokasi anggaran memperingati HUT Kemerdekaan ke 71 tahun turun, Center For Budget Analysis (CBA) menemukan potensi kerugian negara dalam hajatan ini.
Dari alokasi anggaran sebesar Rp 7.8 miliar, ditemukan potensi kerugian negaranya sebesar Rp 2.849.706.860.
Adapun modus potensi kerugian negara ini berasal dari pihak panitia lelang yang memilih perusahaan yang harga tinggi dan mahal sekali.
“Dan perusahaan yang menang, dari tahun 2015 – 2016 adalah perusahaan itu-itu saja, yakni PT Buana Kencana Sejahtera. Dan pada tahun 2016 saja, dari 7 item yg dilelang, PT. Buana Kencana Sejahtera ini dapat dua item pengadaan,” ujar Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Selasa (16/7).
Uchok mengaku sangat prihatin dengan peringatan hari kemerdekaan zaman pemerintahan ini.
“Masa untuk ulang tahun kemerdekaan saja, harus ada potensi kerugian negara. “Dan pihak pihak Sekretariat Negara (Setneg) dan staf kepresidenan selama ini pada kemana? untuk urusin administrasi tidak bisa, dan urusin lelang juga tidak bisa. Apalagi mengangkat menteri tambah tidak bisa atau ngawur banget. Masa warga negara asing diangkat jadi menteri. Ini ulah seperti hanya bikin malu, dan lelucon bagi negara negara lain,” tegasnya.














