JAKARTA – Gelombang desakan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) terus menguat.
Kali ini, dua organisasi masyarakat sipil—Center for Budget Analisis (CBA) dan Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI)—menyuarakan pentingnya regenerasi dalam tubuh Polri demi menyelamatkan citra dan kinerja institusi tersebut.
Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai regenerasi di tubuh Polri mendesak dilakukan dengan cara mengganti Kapolri saat ini, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ia menyebut bahwa bila Presiden Prabowo tidak segera mengambil langkah, maka bukan hanya Polri yang akan kehilangan kepercayaan publik, tetapi juga kepala negara akan ikut terkena imbasnya.
“Regenerasi artinya pergantian Kapolri yang harus dilakukan segera oleh Presiden Prabowo. Jika tidak, kinerja dan citra Polri akan semakin memburuk. Contohnya kasus ijazah palsu Jokowi yang hingga kini belum ditangani secara tuntas oleh polisi,” kata Uchok dalam pernyataannya, Jumat (1/8/2025).
Menurutnya, lambannya penanganan berbagai isu hukum yang mencuat di masa pemerintahan sebelumnya menunjukkan perlunya sosok Kapolri baru yang lebih independen dan tegas.














