“Masa alat peraga pendidikan untuk anak anak usia dini saja “dimainkan” dengan ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp3,5 miliar,” tuturnya.
Bahkan, Uchok melihat kejanggalan dalam proses lelang paket satu yang dimenangkan oleh PT.Mara Cipta Utama. Karena isinya, ternyata bukan untuk belanja alat peraga pendidikan tetapi untuk beli buku seperti “mengenal angka”.
“Apakah ini bukan sebuah cara untuk mengelabui perusahaan lain,” tanya Uchok dengan nada heran.














