Menurut Uchok, kondisi “subsidi tinggi, laba minimal” merupakan sinyal yang perlu mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.
Ia menekankan bahwa dana yang masuk ke perusahaan transportasi publik tersebut berasal dari pajak masyarakat, sehingga pengelolaannya harus transparan dan akuntabel.
Karena itu, ia meminta Kejaksaan Agung untuk membuka penyelidikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan uang rakyat sekaligus mendorong perbaikan tata kelola transportasi publik di ibu kota.
Di tengah duka akibat korban jiwa, sorotan terhadap keselamatan layanan dan transparansi keuangan Transjakarta kini menjadi dua isu yang tak terpisahkan—menuntut tanggung jawab sekaligus pembenahan menyeluruh demi kepercayaan publik.












