TANGERANG- Korupsi berkaitan dengan karakter atau jati diri bangsa. Bangsa yang memiliki karakter dapat berharap banyak memerangi korupsi dengan lebih mudah. Oleh karenanya, pendidikan karakter bangsa harus diberikan kepada anak-anak di usia dini yakni ketika berada dalam pendidikan dasar dan menengah. Hal inilah yang dilakukan negara Amerika Serikat dalam membangun karakternya yang secara tidak langsung mendidik anak tidak bermental korupsi.
Demikian diungkapkan Rahmad Pribadi, Master Public Administration (MPA) dari Harvard University dalam peluncuran buku “Melawan Korupsi Di Banten” karya Ananta Wahana, anggota DPRD Banten yang diselenggarakan oleh PBHMI di Islamic Village, Tangerang, Rabu (26/3).
Hadir sebagai pembicara lain adalah Letjen TNI (Pur.) Suryo Prabowo (Mantan Kasum TNI), Hermawi Taslim (Caleg DPR-RI Dapil Banten dari Partai Nasdem), KH Maman Imanulhaq (Caleg DPR-RI Dapil Jabar dari Partai PKB), Zuhairi Misrawi (caleg DPR-RI Dapil Jatim dari Partai PDIP) dan Ade Irawan (Koordinator ICW). Diskusi dipandu oleh Wisnu Nugroho, wartawan Politik/Hukum Harian Kompas dan sekaligus penulis buku tetralogi “Pak Beye”.
Dijelaskan, di Amerika Serikat murid-murid kelas 1 – 9 selalu dididik untuk berjanji kepada negerinya. Dengan demikian, anak-anak sudah dididik harus berjuang untuk bangsanya. “Anak-anak sejak usia dini sudah dididik karakter bangsa dan ditanamkan soal janji kepada negerinya. Meski bukan berarti di Amerika tidak ada korupsi, tetapi pendidikan karakter ini setidak-tidaknya dapat mencegah budaya korupsi seperti di Indonesia,” ujar Rahmad yang juga caleg DPR RI dari Golkar Dapil Jogyakarta.














