Ia juga menggarisbawahi, korupsi di Indonesia tidak hanya terkait soal karakter tetapi juga soal sistem tata kelola negara yang lemah dan sistem juridis formal. Untuk mengatasi korupsi dan kelemahan bangsa dalam hal karakter, yang dibutuhkan adalah pemimpin yang patut menjadi tauladan. Ini diperlukan karena Indonesia menganut sistem paternalistik. OIeh karena itu, pemimpin yang dekat dengan korupsi pasti sulit mengadakan perubahan, sulit mengusulkan undang-undang yang mempersulit korupsi jika pemimpin itu sendiri terlibat. “Oleh karena itu, kita semua perlu mendorong gerakan yang memperbaiki Indonesia, gerakan Indonesia sejahtera, gerakan Indonesia bersih… dan pada akhirnya gerakahan Indonesia yang adil dan makmur pada 2045,” tegasnya.
Pernyataan Rahmad didukung oleh Zuhairi Misrawi yang merasa heran ketika berkunjung ke Amerika. Televisi Amerika menyiarkan penggunaan dana negara oleh pemerintah dan dilaporkan secara transparan. “Yang dilakukan oleh Ananta Wahana sama yang dilakukan di Amerika, memberi audit dirinya kepada media. Ananta sama bisa disamakan dengan Ahok yang seluruh kegiatan dan pengeluarannya dilaporkan melalui media online.” ujar Zuhairi yang lulusan Universitas Al Ahzar, Kairo.














