Berdasarkan catatan AKKI, menurut Steve, aksi pencurian data nasabah sudah dilakukan sejak awal tahun ini. Hal tersebut tampak dari adanya peningkatan transaksi di AS dan Meksiko dengan menggunakan standar kartu kredit berteknologi swipe. Meski di Indonesia umumnya pemegang kartu kredit sudah menerapkan teknologi chip. “Kebocoran ini kemungkinan terjadi ketika cabang mengirim data ke kantor. Mereka menjebol sistem internet yang digunakan merchant,” kata Steve.
Terkait dengan kasus ini, belakangan ketiga bank pemilik EDC tersebut berupaya melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan konfirmasi ulang terhadap transaksi, memblokir kartu dan menarik mesin EDC dari gerai.













