Sehingga tidak terjadi komparasi saat menangani bencana daerah lain.
“Sekarang ini agak sensi, apapun bisa menjadi komoditas politik. Karena dana bantuan asing ini sangat luar biasa besarnya,” tegasnya.
Namun begitu, kata Wiwiek, Indonesia merupakan negara besar yang mampu menghadapi berbagai cobaan bencana.
Tentulah kalau bencana ini terjadi pada Singapura sudah sempoyongan.
“Indonesia tidak, bahkan mampu,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR, Ali Taher Parasong mengakui hingga saat ini belum ada penyimpangan dana bencana.
Karena itu, DPR tetap memonitor dana bantuan tersebut.
Disisi lain DPR mengusulkan sudah selayaknya dilakukan kajian untuk melihat kemungkinan pemindahan Ibu Kota Sulawesi Tengah dari Kota Palu Ali ke kota lannya.
Menurutnya, setelah melihat dampak dari bencana gempa bumi yang diiringi tsunami di wilayah sekitar kota itu, Kota Palu dinilai sudah tidak layak untuk dijadikan ibu kota Sulawesi Tengah.
Ali Taher mengaku cukup paham soal kota tersebut dan bencana gempa sudah sering terjadi bahkan juga pernah terjadi tsunami pada 1927.
“Perlu kita kaji kembali Palu menjadi ibu kota (Sulawesi Tengah) dan kita pikirkan kota baru sebagai ibu kota setelah melihat kondisi tanah di kota itu,” ujarnya.












