Ketiga, Menghindari Anarkisme dan Narasi Provokatif
Kami mengimbau seluruh elemen bangsa untuk menahan diri dari tindakan anarkis dan menghindari narasi yang provokatif. Kekerasan hanya akan melahirkan luka baru, sedangkan kata-kata yang menyesatkan akan memperlebar jarak di antara sesama anak bangsa.
Keempat, Menghentikan Penyaluran Aspirasi yang Berujung Kerusuhan.
Kami mengajak semua lapisan masyarakat dari berbagai kalangan untuk menghentikan penyaluran aspirasi yang berujung pada kerusuhan. Kita semua berkepentingan agar Indonesia tetap bersatu, damai, dan sejahtera. Untuk itu, setiap pihak hendaknya saling menjaga sikap, bertoleransi terhadap perbedaan, dan menolak segala bentuk intimidasi, kekerasan, serta kerusuhan.
Kelima, membuka Dialog, Saling Memaafkan, dan Mencapai Kesepakatan Bersama.
Kami mengajak semua pihak untuk membuka ruang dialog yang jujur dan beradab, membangun sikap saling memaafkan, serta mencari jalan tengah yang membawa pada kesepakatan bersama. Hanya dengan jalan dialog dan rekonsiliasi, kita dapat merajut kembali harmoni sosial yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Keenam, Menjaga Stabilitas dan Ketenangan.
Kami menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan ketenangan sosial agar roda perekonomian bangsa tetap berjalan lancar. Kehidupan ekonomi yang sehat merupakan salah satu pilar kesejahteraan rakyat, sehingga stabilitas harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa.















