Sedangkan penjualan ekspor hanya mengkontribusi pendapatan Perseroan sebesar Rp11,84 miliar.
Manajemen CTTH mampu menekan turun beban pokok pendapatan 28,66% menjadi Rp43,55 miliar pada Januari-September 2023, dari Rp61,06 miliar.
Selain itu, beban usaha dan beban lain-lain CTTH juga turun, masing-masing sebesar 10,3%, jadi Rp17,41 miliar dan 66,52% ke Rp5,44 miliarper September 2023.
Namun, sayangnya, emiten produsen dan penjualan marmer, serta kerajinan tangan marmer itu masih merugi Rp4,97 miliar pada Januari-September 2023, turun 52,97% dibanding kerugian Rp10,57 miliar pada periode sama 2022.
PT Citatah Tbk adalah perusahaan swasta pertama yang mengembangkan sumber-sumber marmer Indonesia serta bergerak di bidang ekstraksi dan pemrosesan marmer selama kurun waktu lebih dari empat puluh tahun.
Perusahaan mengawali penambangan marmer berwarna krem di desa Citatah, Bandung, dan pada tahun 1996 membuka lahan tambang di desa Siloro, serta pada tahun 2005 kembali membuka lahan tambang di Bunea, Sulawesi Selatan.
Citatah merupakan produsen marmer terbesar di Indonesia dan agen tunggal Bisazza, Caesarstone, Nextep Leathers, Geoluxe, Coverlam, dan HI-MACS.
Sementara itu, produk yang dihasilkan Perseroan antara lain, Slabs, Blocks, dan Tiles.
Produk lainnya adalah Bisazza, Geoluxe, Nextep Leathers.












