Digabungkan dengan beberapa fasilitas yang sudah tersedia pada produk Investra Link seperti manfaat Terminal Illnes dan manfaat Inflation Link yang unik dan satu-satunya di Indonesia, yang memungkinkan nilai pertanggungan nasabah meningkat seiring dengan meningkatnya inflasi setiap tahun.
Semenjak tahun 2008, jelas dia produk unit link Commonwealth Life meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 29% per tahun dibandingkan dengan 22% pertumbuhan di industri. Commonwealth Life saat ini memiliki asset dengan jumlah lebih dari 5,4 milyar, angka ini meningkat 22% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Commonwealth Life senantiasa memenuhi kebutuhan nasabah dengan menyediakan berbagai pilihan investasi. Produk Unit link Commonwealth Life tersedia dalam berbagai pilihan mata uang lain selain mata uang Rupiah, juga dalam mata uang Dollar Amerika Serikat (USD) dan Dollar Australia (AUD). Strategi investasi dalam mata uang asing pun tersedia bagi para Nasabah yang menginginkan investasi di pasar Indonesia dengan skala market yang luas dengan tujuan diversifikasi. Dana tersebut disediakan khusus bagi Nasabah yang menginginkan manfaat jangka panjang.
Terkait dengan pasar domestik Jeffry Lomanto, Head of Investment Commonwealth Life mengatakan, pertumbuhan pasar saham di tahun 2013 melambat (YTD sampai akhir October +4,5%) dikarenakan kondisi makro yang memburuk seperti melebarnya defisit neraca berjalan (4.4% dari PDB), inflasi tinggi pasca kenaikan BBM dan pelemahan Rupiah yang cukup signifikan.















