Laba perusahaan tergerus sebagai dampak dari kenaikan harga bahan baku yang masih banyak diimpor dan kenaikan UMR baru-baru ini. Akan tetapi semua itu diharapkan akan membaik di tahun 2014. “Dengan pelemahan Rupiah yang sudah terjadi dan pengurangan impor, defisit neraca berjalan diharapkan akan menyempit ke level 3.7% di akhir tahun 2013.
Apabila kondisi makro membaik, maka pertumbuhan pasar saham akan lebih baik dari tahun ini. Kami perkirakan pertumbuhan pasar saham di tahun 2014 akan banyak ditopang dari sektor kebutuhan bahan dasar seperti semen, konstruksi dan farmasi dengan fokus pasar domestic. Valuasi IHSG sendiri sekarang sudah cukup menarik dengan rata-rata PE 14x dibandingkan dengan rata-rata PE selama 5 tahun terakhir di 17x dengan ROE yang relatif masih tinggi 22% dibandingkan dengan pasar regional,” imbuh dia.
Commonwealth Life saat ini melayani lebih dari 500.000 nasabah di seluruh Indonesia dan sebagai bagian dari komitmen perusahaan, pada semester pertama 2013 Commonwealth Life telah membayarkan klaim dan manfaat lebih dari Rp 393 miliar.















