Dia mencontohkan, dalam diversifikasi mata uang saat ini yang popular adalah GFC 2008. Jumlah simpanan non-rupiah telah meningkat 70 persen sejak 2008 dari Rp292 triliun menjadi Rp498 triliun yang mencakup 15 persen dari total simpanan sebesar Rp3.300 triliun.
Sayangnya, lanjut dia, dalam kondisi saat ini alternatif-alternatif yang tersedia untuk investasi non IDR di Indonesia belum memadai, sehingga para investor menaruh dananya di deposito bank atau mencari alternatif investasi lainnya di luar Indonesia.
Guna memahami kondisi tersebut, lanjut Jeffry, Commonwealth Life berusaha memenuhi kebutuhan nasabah dengan meluncurkan dua produk unit link, yaitu Investra USD Balanced Fund dan Comm AUD Balanced Fund. Strategi investasi untuk dana-dana ini adalah untuk melakukan investasi ke dalam pasar Indonesia dalam jumlah besar dan sebagian dialokasikan di luar negeri dengan tujuan diversifikasi.
“Dana tersebut khususnya yang sesuai dengan para investor yang ingin mendapatkan tingkat keuntungan jangka panjang. Kami mengharapkan memperoleh porsi sebesar Rp498 triliun depository market,” ujar Jeffry.
Jeffry mengatakan, saat ini Commonwealth Life melayani lebih dari 500.000 nasabah di seluruh Indonesia. “Sebagai bagian dari komitmen perusahaan, pada semester pertama 2013 Commonwealth Life telah membayarkan klaim dan manfaat lebih dari Rp393 miliar,” katanya.














