JAKARTA-Ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah memperkirakan, penyaluran kredit yang berada dalam tren melambat sejak Kuartal I-2020 akan berlanjut sampai akhir tahun ini, meski tingkat pertumbuhannya diperkirakan masih tetap positif.
“Kontraksi ekonomi pada tahun ini yang disebabkan kondisi pandemi Covid-19 telah memicu perlambatan penyaluran kredit yang dibayangi pula oleh peningkatan rasio NPL (kredit bermasalah),” kata Piter di Jakarta, Kamis (2/7) dalam diskusi “Infobank & The Chief Economist Forum: Kesehatan Bank dan Rumors Negatif di Tengah Pandemi”.
Namun, jelas dia, hingga paruh kedua tahun ini tingkat kesehatan industri perbankan tetap terjaga dan kondisi likuiditas masih memadai.
Bahkan, kata Piter, data hingga akhir Mei 2020 menunjukkan adanya peningkatan jumlah dana pihak ketiga (DPK) di perbankan.
“Ini menandakan masyarakat tetap percaya pada bank,” tegasnya.
Piter mengungkapkan, perlambatan pertumbuhan kredit dan peningkatan NPL tidak terlepas dari keterbatasan aktivitas sosial dan ekonomi yang merespons kondisi pandemi Covid-19, terlebih lagi ketika pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.
“Maka kegiatan berusaha sektor riil menjadi terbatas dan mengakibatkan terganggunya cash flow para pelaku usaha. Cash inflow mereka menjadi terbatas, namun cash outflow mereka tetap berjalan akibat pengeluaran biaya rutin, seperti sewa tempat usaha dan tagihan listrik,” papar Piter.













