Bahkan saat ini, berkembang juga artificial intelligence (AI) dan big data analytics untuk memprediksi dan mengetahui preferensi sosial-politik publik.
“Jadi, tim kampanye Puan harus bisa meracik strategi yang mudah dipahami dan diterima oleh Gen Z dan kelompok millenial ini,” jelasnya.
Ditambahkan Arya, dalam konteks politik hari ini Puan memiliki banyak instrumen politik untuk sebagai bagian marketing politik.
Hanya saja sejauh ini aktivitas kampanyenya belum berdampak secara elektoral.
Artinya aktivitas kampanye belum linear dengan elektabilitas.
“Maka saya kira yang perlu dilakukan saat ini, beliau harus merombak desain strategi kampanyenya sehingga posisi politik yang ada bisa punya dampak ke tingkat keterpilihan beliau,” ujar Arya.
Ditanya soal sosok Puan Maharani, Arya Fernandez menilai sosok Ketua DPR RI Puan Maharani dapat menjadi King Maker dalam penentuan koalisi Pilpres 2024.
Dukungan kursi PDI Perjuangan 21 persen di parlemen membuat posisi cucu proklamator ini sangat menentukan.
“Dengan kursi 21% di DPR, Puan bisa menjadi king maker dalam penentuan koalisi,” ungkapnya.
Menurut Arya, PDI Perjuangan adalah satu-satunya parpol yang bisa mengajukan Calon Presiden sendiri.
Maka dalam kontek koalisi, posisi PDI Perjuangan sangat menentukan.













