JAKARTA-Cucu pendiri NU KH A Wahab Chasbullah, Hj Ita Rahmawati akhirnya angkat bicara terkait pernyataan Ketua Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN), H Agus Solachul A’am Wahib yang terang-terangan minta GP Ansor-Banser minggir serta tidak terlibat dalam menjaga dan mengawal kondusifitas hasil dari Pemilu 2019.
Menurut Hj Ita, sikap GP Ansor dan Banser NU sudah tepat sebagai pengawal ulama dan Negara.
Sebelumnya, KH A Wahab Chasbullah meminta kepada petinggi-petinggi GP Ansor dan Banser tidak menggunakan institusi untuk menghadapi gerakan kedaulatan rakyat.
“Apalagi menyebutnya makar. GP Ansor jangan bergaya seperti polisi. Tugas kalian menjaga ulama,” jelas Gus A’am Wahib.
Hj Ita menjelaskan, GP Ansor-Banser sebagai elemen bangsa sudah seharusnya memiliki kewajiban untuk ikut serta menjaga kedaulatan bangsa, terutama proses pemilu yang sedang berlangsung dalam tahap penghitungan hasil final.
Sebagai inspirator berdirinya GP Ansor (saat itu bernama Syubbanul Wathan) pada 1924, KH A Wahab Chasbullah berharap hadirnya pemuda-pemuda NU sebagai penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam.
“Terutama nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin dalam berbangsa dan bernegara,” terangnya.













