“Dana hasil IPO akan memperkuat struktur permodalan perseroan dalam merealisasikan rencana strategis, guna meningkatkan kinerja,” ujar Bambang saat seremoni virtual pencatatan perdana saham PNGO di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (31/8).
Pinago Utama atas nama pemegang saham pendiri juga mencatatkan 625 juta saham pendiri, sehingga jumlah saham yang dicatatkan di BEI sebanyak 781,25 juta lembar atau 100 persen dari modal disetor perseroan.
PNGO pun mengalokasikan 80 ribu lembar atau sebesar 0,05 persen dari saham yang ditawarkan untuk program Alokasi Saham Karyawan (ESA).
Rencananya, seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja PNGO, seperti pembelian pupuk, tandan buah segar (TBS) sawit dan bahan olahan karet yang berasal dari masyarakat, serta pembayaran kontraktor untuk biaya sewa alat berat dan konstruksi.













