GRIB JAYA, kata Zulfikar, menilai sudah terlalu lama praktik pemberantasan korupsi di daerah hanya menyentuh “pion-pion” kecil, sementara para pengendali dan pemberi perintah tetap bebas berkeliaran.
Dalam kasus Topan Ginting, pihaknya mendesak KPK agar menelusuri aliran dana dan rantai komando sampai ke level pimpinan tertinggi di Pemprov Sumut.
“Kami ingin KPK membuktikan bahwa lembaga ini masih punya taji, masih berdiri atas nama keadilan. Jika tidak, kepercayaan publik bisa runtuh,” lanjut Zulfikar.
GRIB JAYA berharap aksi mereka menjadi momentum kebangkitan integritas penegakan hukum, bukan hanya di Sumut, tetapi di seluruh Indonesia.
Menurut mereka, kehadiran ribuan kader di KPK adalah bentuk keseriusan dalam mengawal isu antikorupsi secara langsung dan terbuka.
Selain mendesak penindakan tegas dalam kasus Topan Ginting, GRIB JAYA juga menyerukan pengusutan sejumlah kasus termasumk Blok Medan’ dalam kasus suap mantan Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Ghani Kasuba (AGK).
“Kami akan demo berjilid-jilid ke KPK sampai kasus ini tuntas,” tegasnya.















