Secara tegas pesan-pesan kitab suci semua agama sebenarnya mengajarkan tentang kenyataan keberadaan perbedaan keyakinan.
Kitab suci sebagai firman Tuhan memberikan keleluasaan kepada manusia mengembangkan keyakinannya sendiri, yang sangat mungkin berbeda dari orang lain.
Tuhan memberikan kesempatan mengembangkan keyakinan masing-masing manusia dengan dilandasi kesadaan pemikiran dan kualitas pemahamannya.
Keyakinan berlandaskan kesadaran pemikiran dan pemahaman itu pada tataran aplikatif selayaknya mampu mewujudkan nilai-nilai Ketuhanan melalui kasih sayang, semangat persaudaraan antar sesama.
Bukankah semua agama diturunkan Tuhan untuk kepentingan manusia, agar mampu mengembangkan semangat peduli sesama, saling asih, asah dan asuh.
Sebuah sikap yang jika dilaksanakan pada tataran hubungan sosial akan menyuntikkan perdamaian antar manusia, antar pemeluk agama.
Jika secara tegas Tuhan memberikan tuntunan kepada manusia bahwa walau berbeda keyakinan manusia harus senantiasa tetap dalam kedamaian, selayaknya jika seorang merasa menjalankan ajaran Tuhan dengan keyakinannya berusaha mengembangkan semangat ajaran yang menghargai perbedaan keyakinan dalam hubungan interaksi sosial keseharian.













