JAKARTA-Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengaku tetap optimis dengan kondisi perekonomian Indonesia memasuki paruh kedua 2016. Hal ini ditopang program-program infrastruktur yang berjalan lancar, serta ditopang konsumsi rumah tangga yang stabil, inflasi yang terjaga dan pelonggaran moneter. Selain itu, disetujuinya skema pengampunan pajak yang telah lama ditunggu, menjadi katalis positif. “Lancarnya program infrastruktur, serta ditopang dengan konsumsi rumah tangga yang stabil, inflasi yang terjaga – membuat Bank Indonesia (BI) dapat leluasa melakukan pelonggaran moneter dan meningkatkan stimulus. Katalis-katalis ini akan menopang baik pasar saham maupun pasar obligasi Indonesia,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis MAMI Putut Andanawarih di Jakarta, Kamis (14/7).
Dia mengatakan di akhir kuartal 2-2016, fokus tertuju pada Brexit serta dampaknya bagi perekonomian dan pasar finansial di masing-masing negara. Belum pernah ada peristiwa yang menyerupai Brexit yang dapat dijadikan tolok ukur. “Kami menilai kondisi ini akan memicu volatilitas jangka pendek, dan berdasarkan pengalaman masa lalu, ketika volatilitas meningkat, permintaan untuk aset safe haven juga akan meningkat,” ujarnya.













