JAKARTA-Kasus ambrolnya Talut pada proyek ruas tol Salatiga-Solo tepatnya di Desa Tanjung Sari tentu sangat disayangkan. Padahal belum ada satu minggu, proyek tersebut diresmikan Presiden Jokowi. “
Tentu ini menunjukkan pekerjaan yang amburadul alias asal-asalan. Karena itu, saya minta KPK turunkan tim ke lapangan. Kalau saya amati pekerjaan tol ini terkesan asal jadi dan tidak mengedepankan kualitas,” kata anggota Komisi VI DPR Abdul Wachid kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/12/2018).
Bahkah, kata Politisi Gerindra, terkesan dipaksakan dan buru-buru untuk segera diresmikan. Padahal satu minggu sebelum diresmikan oleh Presiden Jokowi, pihaknya bersama temen-teman DPRD Propinsi Jawa Tengah mencoba minta ijin lewat mulai dari Brebes sampai UIN semarang. “Ternyata ada beberapa ruas jalan Tol di Batang-Gringsing yang Talutnya sudah mulai longsor dan belum diperbaiki,” ujarnya lagi.
Lebih jauh Wachid menjelaskan kemudian pada Selasa, 25 Desember 2018, dirinya lewat jalan tol Semarang menuju Solo. Ada beberapa pekerjaan, terutama pada ruas Salatiga-Solo yang mana tebing bekas dipangkas. Namun belum disempurnakan. “Kondisi ini tentu bisa membahayakan saat turun hujan, termasuk longsor.
Jadi masalah jalan tol ini terkesan dipaksakan presmiannya.
Arahnya jelas untuk kepentingan Presiden Jokowi,” tambahnya.













