Di dalam dana abadi tersebut, terdapat dana abadi pendidikan sebesar Rp61,1 triliun, dana abadi penelitian Rp4,99 triliun, dana abadi untuk perguruan tinggi Rp3 triliun, dan dana abadi untuk kebudayaan Rp1 triliun.
“Kemenkeu melalui LPDP terus berharap pemanfaatan hasil investasi dari dana abadi ini benar-benar bisa memberikan dukungan yang fleksibel dan efektif bagi program-program yang didesain oleh Kemdikbud, Kemenag, dan kementerian yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan penelitian lainnya,” jelasnya.
Menkeu menyambut baik rencana Kemdikbud melakukan inisiatif untuk memperluas penggunaan dana abadi LPDP dari sisi hasil investasinya.
Dana abadi untuk membiayai berbagai program yang tidak hanya mencakup beasiswa tradisional yang sudah diberikan, yaitu beasiswa reguler, beasiswa afirmasi, dan beasiswa ASN, TNI, Polri, tapi juga akan diperluas ke kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas para dosen dan guru.
“Sekarang saya lihat Kemendikbud akan memulai mengekspansi dengan kegiatan-kegiatan yang mencakup kualitas dosen, guru, dan terutama juga guru SMK,” tutur Sri Mulyani
Kemenkeu akan terus mendukung dari sisi peningkatan SDM. Kemenkeu juga akan fokus untuk tetap menjaga tata kelola dan menjamin atau meyakinkan bahwa belanja-belanja ini memberikan dampak yang terbaik.













