MAROS-Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla telah meneguhkan komitmennya menjadikan desa sebagai pondasi pembangunan nasional. Wujud keberpihakan pemerintah pun sudah terasa secara kongkrit. Salah satu bentuknya, alokasi anggaran dana desa yang direncanakan akan terus meningkat
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar menjelaskan pada tahun ini jumlah dana desa mencapai Rp47 triliun, atau meningkat dari sebelumnya Rp20,7 triliun. Bahkan tahun 2017 rencananya akan dinaikkan lagi hingga Rp90 triliun. Demikian juga dengan jumlah desa sendiri berubah dari 74.093 menjadi 74.754 desa. “Ini akan digunakan sebagai basis penghitungan dana desa 2016,” jelas Marwan saat mengunjungi Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sumatera Selatan Sabtu (13/2).
Marwan mengaku ada perubahan besar di Desa Tenrigangkae ini. Desa yang tadinya sepi dan nyaris mati ini mulai melesat menjadi motor pembangunan. Jalan desa tengah dibangun memakai tenaga kerja masyarakat setempat. Adapun penduduk desa yang berprofesi sebagai petani mulai tersenyum karena sarana irigasi dan sanitasi pengairan juga tengah dibangun. “Penggunaan dana desa di Maros ini saya suka. Ini sudah sesuai karena fokus untuk membangun,” ujarnya.














