JAKARTA-Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus bersinergi melakukan langkah-langkah penyelesaian dana nasabah. Sinergitas kedua kementerian ini juga terkait rencana Pembentukan Jiwasraya Putra sesuai arahan Presiden.
“Sudah saya sampaikan kan waktu itu kan, berkali-kali bahwa membentuk holding, dari holding itu udah ada cashflow Rp1,5-2 triliun, lalu pembentukan Jiwasraya Putra, dimana Jiwasraya Putra itu nanti kita cari partner strategic dimana angkanya 1-3 triliun,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menjawab wartawan usai Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Provinsi Jakarta, Rabu (15/1).
Pembentukan holding itu, menurut Menteri BUMN, juga kalau ditarik 4 tahun ke depan itu kan bisa sampai 8 triliun.
Ia juga menambahkan bahwa ada aset-aset saham yang hari ini sudah ada dideteksi dan valuasinya bisa sampai Rp2 triliunan sampai Rp3 triliun.
“Dengan konsep itu ya saving plan bisa berjalan. Nah, yang lainnya tentu yang namanya polis juga itu menjadi bagian dari solusi juga yang akan kita lakukan. Tentu dengan restrukturisasi yang mungkin tadinya bunganya tinggi menjadi bunga yang real, ya yang bunga benaran. Nah kalau itu bunga benaran ya kan cash flow–nya akan terjamin, gitu,” ujar Erick.















